Make your own free website on Tripod.com

 

MEMBINA UKHUWWAH

(Keutamaan ukhuwwah)

 

Muslimin dan muslimat  rohimakumullah

(semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya ke atas kamu semua)!

 

Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Ukhuwwah fillah,  rahsia suci Allah, dan sifat yang mengiringi keimanan terhadap-Nya.  sudah tentu mempunyai nilai yang tinggi, "fadhilah" keutamaan, "ajr" pahala yang tidak sedikit bagi yang mengamalkannya. Ini Allah sediakan untuk  mendorong  kita "umat Islam", agar menghargai, mempraktikan dan memeliharanya.

 

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah saw. bersabda:

         

          "Tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan di hari kiamat. Hari yang tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya:

 

1.           Pemimpin yang adil

2.           Pemuda yang masa hidupnya digunakan untuk mengabdi kepada Allah

3.           Orang yang hatinya sentiasa terpaut di masjid

4.       Dua orang yang saling mencintai kerana Allah, bertemu dan berpisah kerana-Nya

5.       Laki-laki yang diajak berbuat ma'siat oleh wanita bangsawan lagi cantik, api ia menolak dengan berkata : "Saya takut kepada Allah"

6.           Orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan dirinya tidak tahu apa yang disedekahkan tangan kanannya

7.           Orang yang selalu berdzikir di waktu sendirian hingga mengalir air mata".

 

          "Seseorang menziarahi temannya di tempat lain, lalu Allah mengutus seorang Malaikat yang menunggu di tengah perjalanannya. Ketika ia sampai, Malaikat bertanya: "Nak jumpa siapa? Jawabnya: "Ingin jumpa dengan teman saya di tempat ini. Malaikat bertanya lagi: "Adakah kamu akan mendapatkan sesuatu darinya? Jawabnya: "tidak, tetapi saya mencintainya kerana Allah. Malaikat berkata: "Aku diutus Allah kepadamu untuk memberitahukan, bahawa Allah mencintaimu seperti kamu mencintai saudaramu".

 

          "Demi Allah yang menguasai jiwaku, kamu tidak akan masuk syurga sehinggalah kamu beriman, dan tidaklah kamu beriman sehinggalah kamu semua saling mencintai. Mahukah kamu saya tunjukkan sesuatu yang dapat menyebabkan kamu semua saling mencintai? Sebarkanlah salam".

 

Dalam hadis Qudsi dari Ubadah bin Samit, Rasulullah saw bersabda, Allah berfirman:

 

          "Kecintaan-Ku hanya teruntuk orang-orang yang saling mencintai, saling menghubungkan silaturrahmi dan saling memberi kerana-Ku. Orang-orang yang saling mencintai kerana-Ku berada di atas mimbar-mimbar cahaya. Para Nabi, shahabat dan syuhada merasa cemburu terhadap mereka".

 

Mu'az bin Anas meriwayatkan, Rasulullah saw ditanya tentang iman yang paling

utama, jawab baginda saw. :

 

          "Kamu mencintai dan membenci kerana Allah. Kamu pergunakan lidahmu untuk mengingati-nya. Lalu Rasul ditanya lagi, "Apa lagi yang Rasul? Nabi menjawab: "Cintai manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri, dan jangan kamu berikan kepada mereka apa yang tidak kamu sukai".

 

Dari Amru bin Al Jumuh ra. Rasulullah saw. bersabda:

         

          "Seseorang hamba tidak mendapatkan keimanan yang benar sehingga ia cinta dan benci kerana Allah. Jika ia cinta dan benci kerana Allah ia berhak mendapatkan perlindungan-Nya".

 

Umar ibnul Khattab meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda :

 

          "Di antara hamba Allah ada manusia yang tidak termasuk para Nabi dan bukan para syuhada'. Tetapi pada hari kiamat para Nabi dan Syuhada' cemburu kepada mereka kerana kedudukannya di sisi Allah.

 

          Shahabat bertanya:

         

          "Ya Rasulullah, beritahu kami siapakah mereka itu?

         

          Baginda menjawab:

 

          "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai kerana Allah. Tidak didasarkan atas hubungan keluarga, dan bukan kerana harta yang saling mereka berikan. Demi Allah wajah mereka itu bercahaya, mereka berada di atas cahaya, tidak merasa takut di saat manusia merasa takut, tidak berduka cita di saat orang lain berduka.

 

          Kemudian Baginda membaca ayat:

 

          "Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah tidak merasa khawatir dan tidak pula bersedih hati".                                                                     (S. Yunus/10:62)

 

          Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah Jika kita ingin menjadi para pejuang Islam, tentunya lebih patut, lebih memerlukan dari yang lainnya untuk kita membekali diri dengan sikap ukhuwwah yang tinggi, kerana bukankah dengan berjuang itu kita bercita-cita mendapatkan apa yang Allah janjikan di atas?.

 

          Allah Azza wa Jalla, Dia-lah  Tuhan Yang Maha Mulia lagi Maha Pengasih. Kita semua ni hanyalah hamba-hamba-Nya. Kita dicipta-Nya dalam keadaan lemah, tetapi....., diberi tanggungjawab memikul tugas-tugas yang ditolak oleh langit dan bumi (sungguh berat).

 

          Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk segala apa yang kita hajati, Maka Dia mudahkan jalan untuk kita berjaya, Dia beri kita berbagai nikmat; dalam keadaan lemah Dia beri kita kekuatan, ketika kita hajatkan sesuatu dan berdo'a kepada-Nya, Dia kabulkan permohonan kita.

 

          Diantara nikmat-nikmat-Nya yang banyak, Dia mudahkan bagi kita jalan menuju ukhuwwah, agar ia menjadi penebus dosa-dosa kita, menjadi syafaat bagi kita, menghantar kita ke syurga dan menjauhkan kita dari api neraka, seperti  yang Dia terangkan dengan jelas di dalam Al Qur-an dan melalui lisan Rasul-Nya saw.

 

Ikhwah dan akhawat rahimakumullah!

 

          Kita wajib bersyukur, beribadah, bertasbih atas kemurahan Allah, berselawat dan salam ke atas Rasul-Nya saw. dan berusaha mencapai nikmat ukhuwwah dan menempuh jalan ke arah itu, jika tidak, bererti kita ingkar terhadap syari'at-Nya, bimbingan dan tunjuk ajar-Nya dan bererti kita dzalim terhadap diri kita sendiri.

 

          Di tangan kita ada Al Qur an dan Sunnah Rasul saw, marilah kita nikmati hidangan (kehidupan penuh ukhuwwah) yang Allah sediakan untuk kita. Mudah-mudahan Allah mengembalikan barang kita yang hilang (Dengan nikmat-Nya kita bersaudara). Bukankah manusia itu diciptakan untuk saling  mengenal dan mencintai, yang satu menjadi rahmat kepada yang lain,  kerana kecenderungan dan tabi'atnya berdekatan, kalau ada perbedaanpun, ianya terlalu kecil untuk dapat menghapus kesamaannya.

 

          Suatu ketika Imam Malik hairan melihat burung merpati dan burung gagak berkumpul bersama, seraya berkata: "Keduanya dapat bersatu, padahal pembawaannya tidak sama. Ketika burung itu terbang, ia melihat kedua burung itu dalam keadaan tempang. iapun berkata: "Dari sini burung itu dapat bersatu".

 

          Janganlah "berbeda dalam satu masalah" menafikan hak yang kita ada persamaan dalam seribu satu masalah.

 

          Ya Allah tanamkanlah keikhlasan, yang merupakan rahasia suci-Mu kedalam hati-hati kami. Ya Allah jadikanlah kami orang yang menyeru kepada jalan-Mu, bukan orang yang menghukum mereka yang sepatutnya kami seru,  berilah kami kesabaran dan sifat kasih sayang dalam menghadapi mereka.

 

Ya Allah berilah kami dan kaum kami taufiq dan hidayah-Mu.

Rabbanaa dzolamnaa anfusanaa wa inlam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna

minal khoosiriin.

 

Wassalaamu 'alaikum,

 

Akhukum,

alifh